Hai, selamat sejahtera bagi teman-teman sekalian, hhhhuuuufffftttt........ hembusan nafas panjang ini cukup buat mewakili perasaan saya malam ini. :)
Ngomong-ngomong tentang hembusan nafas, saya mau menjelaskan apa yang terjadi saat ini.
Waktu berjalan dengan sangat cepat, rasanya baru kemarin saya masuk kuliah, tak terasa saat ini saya sudah ada di dipenghujung studi saya, mempersiapkan diri unutk menyandang gelar sebagai seorang Perawat (cieeecieee) ahahaha. Ngomong-ngomong masalah menyandang gelar lagi ni teman-teman, sebelum mendapatkan gelar tersebut ada beberapa hal atau cobaan lagi yang harus saya lalui, salah satunya adalah ujian kompetensi, (hadeeeh #tepokjidat).
Waktu berjalan dengan sangat cepat, rasanya baru kemarin saya masuk kuliah, tak terasa saat ini saya sudah ada di dipenghujung studi saya, mempersiapkan diri unutk menyandang gelar sebagai seorang Perawat (cieeecieee) ahahaha. Ngomong-ngomong masalah menyandang gelar lagi ni teman-teman, sebelum mendapatkan gelar tersebut ada beberapa hal atau cobaan lagi yang harus saya lalui, salah satunya adalah ujian kompetensi, (hadeeeh #tepokjidat).
Tidak bermaksud untuk mengeluh, hanya sebagai kiasan bahwa saya masih harus berjuang, mengerahkan segenap tenaga dan kemampuan yang saya miliki. untuk bisa memegang sertifikat LULUS dari bangku perkuliahan.
Lanjut ke Uji Kompetensi, sebenarnya ini hampir sama seperti ujian UN ketika SMA dulu ya, hanya saja yang membedakan nya adalah saat ini saya belum cukup siap dengan ujian ini, :D. Sebelum berbicara lebih jauh, sedikit saya akan menjelaskan beberapa hal tentang Uji Kompetensi.
Jadi, ceritanya begini :
Tiga tahun lalu Menkes RI mengeluarkan Permenkes/1796/menkes/per/VIII/2011 mengenai
registrasi tenaga kesehatan, pengganti Kemenkes nomor 161 tahun 2010. Dimana
setiap tenaga kesehatan dalam menjalankan tugas keprofesiannya wajib
memiliki STR. STR tersebut bagi lulusan tahun 2012 keatas dan didapatkan
melalui Uji Kompetensi. Sementara tahun 2012 ke bawah dilakukan STR
pemutihan tanpa mengikuti Uji Kompetensi. Uji kompetensi dilaksanakan oleh setiap
institusi yang telah terakreditasi, menjanjikan bahwa tenaga kesehatan
pada entry level registered memiliki kompetensi yang dipersyaratkan
untuk dapat menjalankan praktik secara aman dan efektif serta sebagai crosscheck terhadap mutu lulusan suatu institusi pendidikan keperawatan.
Lalu bagaimana pelaksanaannya ?
Pelaksanaan Uji Kompetensi ini dilakukan apabila suatu institusi yang
telah terakreditasi telah menyatakan kesiapan kemudian melapor ke Majelis Tenaga Kesehatan Indonesia (MTKI) yang dibantu oleh Majelis Tenaga Keperawatan Provinsi (MTKP), lalu MTKI
menyiapkan soal ujian dan mengadakan pengawasan terhadap penyelenggaraan Uji Kompetensi tersebut.
Seseorang peserta didik baru dinyatakan lulus
dan diangkat sumpah apabila peserta telah menyelesaikan program
pendidikan di institusi keperawatan dengan memperoleh sertifikat Uji Kompetensi yang dikeluarkan oleh MTKI. Jadi apabila peserta didik
tersebut Tidak Lulus Uji Kompetensi berarti masih dalam tanggung jawab
institusi dalam melakukan pembinaan sampai merekal Lulus Uji Kompetensi.
Nah ini masalahnya, untuk mendapatkan sertifikat kelulusan itu tidak mudah, para perawat harus mempersiapkannya dengan matang, memperhitungkan segala aspek yang ada digodok untuk menghasilkan sebuah solusi terbaik. :D. Disamping itu yang terpenting adalah do'a. karena tanpa do'a kita bukan apa-apa, hanya dengan ridhoNya lah kita bisa berhasil didunia ini.
Jadi, Kesimpulannya adalah Uji Kompetensi memberikan harapan baru bagi dunia perawat
sebagai momentum peningkatan kualitas pendidikan keperawatan di
Indonesia sekaligus menjadi tantangan tersendiri buat kita calon-calon abdi masyarakat untuk membuktikan diri bahwa bisa dan mampu memenuhi syarat untuk menjadi seorang perawat profesional.
Semangat buat teman-teman yang sedang berjuang dengan KTI dan Uji Kompetensinya.
kerjakan atau lakukan apa yang bisa kita lakukan, sisanya terserah Tuhan. Yakinlah bahwa Tuhan sudah merencanakan semua yang terbaik kepada kita masing-masing :)
kerjakan atau lakukan apa yang bisa kita lakukan, sisanya terserah Tuhan. Yakinlah bahwa Tuhan sudah merencanakan semua yang terbaik kepada kita masing-masing :)
