Disini, sedikit saya akan bercerita tentang kegagalan,
Nampaknya kata tersebut sangat familiar di telinga kita, dan mungkin sering terjadi dikehidupan kita.
Banyak hal masih belum kita ketahui tantang kegagalan.
"gagal is mistery"
Menurut saya, gagal tersebut adalah "akibat dari kesombongan akan semua hal yang pernah kita capai sebelumnya".
Terkadang, ketika kita kita sudah membuat perencanaan yang matang dari awal, akan tetapi ketika rencana tersebut tinggal menunggu sentuhan terakhir, kita sering melupakan suatu hal yang menyebabkan rencana tersebut gagal.
Setiap orang mempunyai mekanisme sukses dan gagal. Mekanisme kegagalan bekerja secara otomatis, tetapi mekanisme kesuksesan tidak bisa diaktifkan kecuali degan memperjuangkan tujuan hidup yang jelas.
“Apa saja ni’mat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia. Dan cukuplah Allah menjadi saksi.”
(QS-4:79)
“Kegagalan adalah pencapaian, hasil dari seperangkat kompetensi yang kita latih setiap hari.”
(Ikhwan Sopa)
Kita juga, sering sekali sulit menerima kegagalan. Kita sedih jika kita gagal. Biasanya, kita langsung mencari “sesuatu” atau “seseorang” untuk disalahkan.
Pada akhirnya, telunjuk yang menuding itu akan mengarah ke diri kita sendiri.
Kegagalan sering membuat kita frustrasi.
Setiap kegagalan, adalah sebuah hasil pencapaian, dari serangkaian proses yang kita bangun sendiri. Kita membangun semua proses itu, dengan mengerahkan segala keahlian yang kita sendiri tidak menyadarinya. Keahlian itu, adalah keahlian untuk menjadi gagal.
Di satu sisi,
“Gagal hanya ada jika kita berhenti.”
Di sisi yang lain,
“Insanity is doing the same thing over and over again and expecting different results.”
Albert Einsten
Maka mengulangi lagi dan lagi, dengan hanya sekedar mengulangi saja, sama artinya dengan mengeksekusi kembali segala keahlian dan kemampuan kita untuk mencapai hasil yang sama, yaitu kegagalan. Kita perlu merubah keahlian dan kemampuan ini.
Kita sering tak menyadari, sebenarnya kita terjebak pada "prediksi yang terpenuhi dengan sendirinya".
Di sisi yang lain, suatu bentuk pujian, dapat menguatkan perilaku yang dipuji.
Kita juga mengenal “suatu masukan, menjadi kebenaran karena pengaruh keyakinan dan kepercayaan.
Di sisi yang buruk, terjadi pula proses yang sama. Di antaranya, adalah prediksi buruk yang menjadi kenyataan.
Setiap kegagalan, adalah sebuah hasil pencapaian, dari serangkaian proses yang kita bangun sendiri. Kita membangun semua proses itu, dengan mengerahkan segala keahlian yang kita sendiri tidak menyadarinya. Keahlian itu, adalah keahlian untuk menjadi gagal.
Di satu sisi,
“Gagal hanya ada jika kita berhenti.”
Di sisi yang lain,
“Insanity is doing the same thing over and over again and expecting different results.”
Albert Einsten
Maka mengulangi lagi dan lagi, dengan hanya sekedar mengulangi saja, sama artinya dengan mengeksekusi kembali segala keahlian dan kemampuan kita untuk mencapai hasil yang sama, yaitu kegagalan. Kita perlu merubah keahlian dan kemampuan ini.
Kita sering tak menyadari, sebenarnya kita terjebak pada "prediksi yang terpenuhi dengan sendirinya".
Di sisi yang lain, suatu bentuk pujian, dapat menguatkan perilaku yang dipuji.
Kita juga mengenal “suatu masukan, menjadi kebenaran karena pengaruh keyakinan dan kepercayaan.
Di sisi yang buruk, terjadi pula proses yang sama. Di antaranya, adalah prediksi buruk yang menjadi kenyataan.
Pikiran positif, niat dilanjutkan usaha yang keras, dan jangan lupa setiap melakukan apapun mulailah, dengan do'a.
Buang jauh-jauh pikiran negatif, yakin dengan niatmu, dengan izin ALLAH kamu bisa melakukan apapun.
Buang jauh-jauh pikiran negatif, yakin dengan niatmu, dengan izin ALLAH kamu bisa melakukan apapun.


No comments:
Post a Comment
Makasih untuk semua yang udah mampir.