aku selalu mencoba berfikir positif
tanpa ku sadari pikiran positif itu malah menggiringku ke suatu pintu
pintu itu tak seperti pintu-pintu pada umumnya
berada didalamnya seperti memasuki gerbang dunia baru
ruangan abstrak, tanpa sisi dan sudut.
abu abu mendominasi ruangan tersebut
dari kejauhan aku melihat dirimu,
seketika itu pula kau menghilang,
dan saat itu ku tau aku menginginkanmu,
sayup-sayup ku dengar suara mu
suara lirih, yang membekukan hatiku
kucari sumber suara itu, tapi! saat ku melihat wajahmu, tak kudapatkan tatapan mu
ku telusuri fokus tatapan mu, dan ku lihat dia.
seseorang yang lebih baik dariku, dan sepantasnya memiliki mu
saat itu aku berada pada kondisi serba tak pasti
mau tidak mau, suka tidak suka, itulah realitanya
bibirku memang diam seribu bahasa,
tapi jauh didalam, aku tak bisa menahan gejolak emosi dihatiku,
aku gagal bernegosiasi dengan hatiku
sulit memang, memenjaraakan rasa itu
mengupulkan sisa perasaan yang telah terkuras
mencoba tuk merekonstruksi ulang rasa yang baru
dan sepantasnya bukan lagi tuk diriu,
hanya berharap, kau selalu bisa tersenyum bersama dia.
seseorang yang lebih baik dariku, dan sepantasnya memiliki mu
saat itu aku berada pada kondisi serba tak pasti
mau tidak mau, suka tidak suka, itulah realitanya
bibirku memang diam seribu bahasa,
tapi jauh didalam, aku tak bisa menahan gejolak emosi dihatiku,
aku gagal bernegosiasi dengan hatiku
sulit memang, memenjaraakan rasa itu
mengupulkan sisa perasaan yang telah terkuras
mencoba tuk merekonstruksi ulang rasa yang baru
dan sepantasnya bukan lagi tuk diriu,
hanya berharap, kau selalu bisa tersenyum bersama dia.


No comments:
Post a Comment
Makasih untuk semua yang udah mampir.